Pacu Peran Penyuluh Sebarkan Teknologi & Literasi Digital, Sosialisasi LKP Versi 2.0 Diperluas
Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan (BRMP Tanaman Pangan) bersama Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) dan International Rice Research Institute (IRRI), melaksanakan kegiatan sosialisasi penggunaan Layanan Konsultasi Padi (LKP) Versi 2. Kegiatan ini menyasar lima provinsi, yaitu Sumatera Barat, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Kalimantan Tengah. Kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa teknologi hasil kolaborasi panjang antara BRMP dan IRRI dapat disebarluaskan melalui sinergi dengan Pusluhtan.
Selama tiga tahun terakhir, BRMP Tanaman Pangan bersama IRRI mengembangkan LKP dari versi pertama menuju LKP Versi 2, yang kini lebih optimal dalam memberikan rekomendasi budidaya padi spesifik lokasi. Peran Pusluhtan dalam kegiatan ini sangat penting, karena setelah tahap sosialisasi awal, Pusluhtan akan menjadi motor utama dalam diseminasi dan pendampingan penggunaan LKP kepada para penyuluh serta petani di seluruh Indonesia.
Jumlah peserta dalam kegiatan sosialisasi ini mencapai 150 orang yang terdiri atas penyuluh pertanian tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota dari 5 provinsi tersebut. Kehadiran peserta dari lintas jenjang diharapkan dapat memperkuat efektivitas penyebaran teknologi, mengingat penyuluh memiliki peran sentral sebagai ujung tombak transfer inovasi pertanian kepada petani di lapangan.
Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini berfokus pada pengenalan cara mengoperasikan LKP menggunakan telepon genggam (handphone) maupun laptop. Peserta diberikan pemahaman teknis tentang bagaimana memasukkan data kondisi lahan, varietas, dan faktor lingkungan setempat ke dalam sistem LKP, sehingga aplikasi dapat menghasilkan rekomendasi pemupukan serta pola budidaya padi yang sesuai dengan kondisi spesifik dan agroekosistem lokasi masing-masing petani. Dengan demikian, petani akan mendapatkan rekomendasi yang lebih tepat dan efisien dalam mengelola usaha taninya, baik dari sisi penggunaan input maupun hasil produksi yang diharapkan.
Selain pelatihan teknis, kegiatan ini juga membuka ruang diskusi antara penyuluh dan tim pengembang LKP. Diskusi tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk menyampaikan masukan, tantangan, serta kebutuhan yang mereka temui di wilayah masing-masing. Hal ini sangat penting sebagai bahan evaluasi sekaligus pengembangan LKP agar semakin adaptif terhadap keragaman kondisi pertanian di Indonesia.
Kolaborasi antara IRRI, BRMP Tanaman Pangan, dan Pusluhtan ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antar lembaga penelitian dan perakitan beserta lembaga penyuluhan mampu menghadirkan inovasi yang berdampak langsung pada petani. Harapannya, para peserta yang telah mengikuti sosialisasi akan menjadi agen perubahan dengan mendampingi petani di daerah masing-masing dalam menggunakan LKP untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, sekaligus keberlanjutan usaha tani padi.